Sunday, April 14, 2013

Kembali

Heart beat fast colours and promises ..
How to be brave .. how can I love when I am afraid to fall ..
But watching in stand alone ..
All of my doubt suddenly goes away ..
Some how ...

Hampir tiap hari Melli sahabatku mendengarkan lagu itu. Aku tau sekali, bagaimana psikologinya saat lagu itu melintas di gendang telinganya. Pantas saja, lagu itu memiliki makna yang dalam untuknya dan sebuah kisah di masa lalunya.

“Mel, aku mau ketemu sama kamu nanti.”
“Okee J
“Mau dijemput jam berapa?”
“Jam 1 siang bole juga.”
“Sip. Sampe ketemu ntar yah.”
“Siap bos.”


“Kiiiiikiiiiiii.....” teriak Melli memanggilku. Tiba-tiba Melli menjadi pusat perhatian siswa-siswi yang sedang berada di sekitar koridor kelas.
“Heh, apa-apan sih Mel. Pagi-pagi kok teriak-teriak. Ada apa ada apa?” tanyaku memanja dan sedikit geram.
“Sini-sini..” sambil menarik tanganku dan mengajakku duduk. Hari ini Melli berbeda, mungkin dia lagi happy atau ada sesuatu yang WOW hari ini, tebakku dalam hati.
“Kamu tau tadi aku di sms siapa?” kata Melli sambil tersenyum indah. Tak biasanya juga Melli sebahagia ini.
“Hayoo siapa siapa? Maaaaasssss....”
“Yappp.. Mas Riki. Masih inget kaaan??”
“Ciyeee.. Sms gimana tadi. Di ajak jadian yah.. hehehe.” godaku pada Melli.
“Haha,, ngarep banget. Cuma dia nanti mau jemput aku. Amazing kan?”
“Hohoo.. Kereeen. Dandan yang cantik yah sahabatku sayang.” kataku sambil memeluk Melli sahabatku. Aku begitu bahagia melihatnya bahagia seperti hari ini.

Dan bel pulang pun berbunyi. Aku tau inilah yang diharapkan Melli dari tadi.
“Temen-temen, ada yang bawa parfum ngga? Aku butuh banget nih.”
“Aaaah, uda mau pulang aja pake parfum.” sahut Adi salah satu teman kami.
“Terus masalah buat kamu. Aku butuh parfum temaaaan, ada yang bawa?”
“Ini nih, pake parfumku.” Bisikku pada Melli. Aku cuma berharap, hari ini Melli bahagia dan aku mendengar berita indah esok hari.

Dari arah kejauhan terlihat seorang cowo berhelm putih, berkacamata, dan berjaket hitam. Senyumnya yang cerah selalu ditunggu-tunggu sahabatku itu.
“Mell...” sapanya..
“Hei Mas Rik.”
“Yuk naik yuk.”
“He.emb. Kita mau kemana?”
“Ke hatimu, boleh?”
“Aaah, Mas Riiki.”
Hari itu Melli tak langsung pulang, Mas Riki mengajaknya pergi ke suatu tempat. Entah, aku tak tau apa nama tempat itu. Tapi Melli sering menyebutnya Danau Cinta.
“Kita berhenti disini, yah?”
“Iya deh. Terus, ngapain?”
“Aku punya lagu enak buat kamu. Semacam, lagu ini buat kamu.”
“Ohya, coba-coba. Puter dong.”

Kemudian Mas Riki memutar lagu itu. Ternyata lagu yang dia putar adalah lagu Christina Perri yang judulnya  a Thousand Years. Semua orang pasti taulah. Lagu itu original soundtracknya film Breaking Dawn part I.
“Kamu tau ngga artinya?”
“Heart beat fast , jantungku berdetak kencang. Colors and promises, warna warni dan janji janji.”
“I have died everyday waiting for you. Darlin don be afraid, I love you for a thousand years.” kata Mas Riki sambil menggenggam tangan Melli. Mata Mas Riki menatap tajam, seakan memberi tanda keseriusan akan kasih sayangnya pada Melli. Melli enggan beranjak dari situasi tersebut.

Tak lama kemudian, mereka meninggalkan tempat itu dan mengantar Melli pulang. Dalam hati Melli sebenarnya tak ingin pulang, tapi dia bingung bagaimana mengatakannya pada Mas Riki.
“Sudah sampe Mel. Langsung mandi terus sholat Asyar yah.”
“Iya mas. Makasih yah.”
“Samasama Mel. Aku pamit pulang dulu yah.”
“Iya mas, hati-hati.”

Huh, hari ini berlangsung indah bagi sahabatku. Semoga terulang di hari-hari berikutnya, doaku untuknya.
Malam pun menjemput dunia. Lagi-lagi Mas Riki yang menjemputnya tadi menelepon.
Dalam sebuah perbincangan telepon.
“Mel, sibuk ngga?”
“Engga kok mas.” jawab Melli deg-degan.
“Huh, pengen nyanyi-nyanyi lagi sama kamu.”
“Ciiee, nyanyi aja mas. Ayoayo mau nyanyi apa?”
“Aku ingin terbang tinggi, seperti elang. Melewati siang malam, menembus awan. Ini tanganku untuk kau genggam, ini tubuhku untuk kau peluk. Ini bibirku untuk kau cium, tapi tak bisa kau miliki.” #Lagu Elang by Dewa 19
“Maksudnya mas? Ada artinya ngga?”
“Iya Mel, maaf aku ngga bisa selalu nemenin kamu. Aku besok harus ke Jakarta. Membangun puing-puing asaku disana.”
“Lalu, aku?”
“Kamu baik-baik yah disini. Sayangi aku kalau kamu mau dan lupakan aku bila itu perlu.”
“Mas, kamu bilang apaan sih. Aku ngga ngerti.” Tetes-tetes air mulai mengalir dari selaput mata Melli.
“Aku sayang kamu. Tapi aku ngga mau LDR. Kamu disini boleh sama siapapun, tapi aku disana tidak akan dengan siapapun.”
“Darlin dont be afraid I will love you for a thousand years, I loved you for a thousand more.” pungkas Melli.

Malam itu berlangsung singkat, memberi pesan perpisahan dua insan manusia. Tapi Melli tak berhenti. Di dalam sholat Isyanya, dia berdoa :
“Ya Allah, ketika Engkau pertemukan aku dengan Mas Riki. Aku yakin Engkau memiliki maksud dan tujuan yang indah. Saat ini, Engkau pisahkan kami. Semoga ini berakhir indah ya Allah. Tolong pertemukan kami kembali di lain waktu. Hamba sangat menyayanginya. Amiiin..”

Keesokan harinya saat di sekolah. Melli berjalan sambil menunduk. Matanya memerah dan sedikit lebam.
“Mel, kamu kenapa?” tanyaku sambil memegang kedua pipinya. Waktu selalu cepat berubah, kemarin Melli bahagia banget, sekarang jadi berbalik 180 derajat. Huh, kenapa?
“Huhuuu... Kikiiii.. Aku sayang kamu.” Melli merangkulku sambil menangis. Aku mulai bingung.
“Iya sayang, aku juga sayang kamu sahabatku. Kenapa?”
“Aku kehilangan Elang.” katanya dengan berat. Entah kenapa, yang ada dalam otakku adalah Mas Riki.
“Mas Riki, Mel?” tanyaku. Namun, Melli tak menjawab, malahan dia semakin menjerit.
“Mas Riki hari ini ke Jakarta. Dan aku gatau lagi, kapan dia balik. Aku takut dia tidak menyayangiku lagi, Kii.”
“Jangan takut, disini masih banyak yang menyayangimu. Contohnya aku, teman-teman, dan orangtuamu, Mel!”

Seketika kami diam, Melli hanya berusaha mengusap air matanya dan mencoba tersenyum kembali. Sesungguhnya, kebahagiaan tidak hanya didapat dari satu orang saja. Banyak sekali kebahagiaan di sekitar kita, tapi kita jarang menyadarinya.

Aku sangat memahami sahabatku itu. Ku ajak dia tertawa dan ku katakan, “Percayalah Elangmu akan kembali Mel!” Dan Melli hanya tersenyum.


*kritik dan saran :3


No comments:

Post a Comment