Saturday, November 2, 2013

Luka dari Medika


Aku ingin pergi, tapi kamu selalu mengejarku. Aku ingin lari, tapi kamu menarikku lagi. Apa maumu? Membuatku terluka lagi?
            Matahari mulai menampakkan sinarnya. Embun-embun mulai jatuh dari daun dan dahan, segarnya. Sahutan alam mewarnai pagi ini. Duniaku dimulai, hari baruku dimulai. Aku bergegas menata kamar tidur yang mirip gudang penyimpanan, kemudian sholat, mandi, sarapan, dan berangkat ke sekolah. Selalu saja seperti itu.
            Sekolah ini telah menjadi rumah kedua untukku. Tempat dimana aku bertemu pengajar, teman, buku, pr, tugas, dan apalah. Mereka membuatku lebih bermakna di hidup ini. Apalagi Medika yang selalu ada buatku. Panggil saja dika. Seorang cowok yang berhasil memikatku. Aku sangat mencintainya.
            “Lauraaa..”, panggil Dika dari arah pintu gerbang. Hampir lima menit aku dengar suaranya, tapi ku tengok dari jendela, tak ada satupun yang membukakan pintu. Sementara aku masih menata perlengkapan sekolah.