Pada hari yang hampir usai
Ku ucap salam pada langit tak bertuan itu
Pada matahari yang mulai pudar juga
Ku pandangi indanya,
Lalu kupanggil ia,
Senja
Pada gemuruh rintik yang terdengar dari pojok jendela
Ku lawan beku diri dengan secangkir kopi bernada
Yang dari atas ada asap berterbangan
Sambil menari menyambut
Datangnya ia,
Senja