Dahulu aku kerap terpuruk, ketika tau
nafasmu tak kudengar lagi
Aku enggan tersenyum, saat aku sadar
wajahmu tak pernah ku lihat lagi
Mungkin memang alam yang membawamu pergi
Atau memang kamulah yang ingin pergi
Jauh, namun suatu saat aku bisa menjangkaunya
Dahulu memang kamu satu-satunya
Dahulu memang kamu yang suka menulis
cerita dalam note ini
Itu dahulu, yah, tapi dahulu
Memang:
Daun tak selamanya bisa bersama dahan
Kerikil-kerikil kecil tak selamanya
memeluk pasir putih ditepian pantai
Bahkan burung pun tak selamanya bertahan
di sarang
Itulah hidup, kita harus rela me- dan di-
tinggalkan
Berbait-bait nada kita, mulai menjauh
dari pengingatan
Hanya secerca harapan dan doa
Semoga bisa memegang tawamu lagi
No comments:
Post a Comment