Wednesday, July 24, 2013

D A H U L U



Dahulu aku kerap terpuruk, ketika tau nafasmu tak kudengar lagi
Aku enggan tersenyum, saat aku sadar wajahmu tak pernah ku lihat lagi
Mungkin memang alam yang membawamu pergi
Atau memang kamulah yang ingin pergi
Jauh, namun suatu saat aku bisa menjangkaunya

Dahulu memang kamu satu-satunya
Dahulu memang kamu yang suka menulis cerita dalam note ini
Itu dahulu, yah, tapi dahulu

Memang:
Daun tak selamanya bisa bersama dahan
Kerikil-kerikil kecil tak selamanya memeluk pasir putih ditepian pantai
Bahkan burung pun tak selamanya bertahan di sarang
Itulah hidup, kita harus rela me- dan di- tinggalkan

Berbait-bait nada kita, mulai menjauh dari pengingatan
Hanya secerca harapan dan doa
Semoga bisa memegang tawamu lagi

No comments:

Post a Comment