Friday, November 28, 2014

Sajak Mentari



Pada embun yang kehilangan kesegarannya
Pada jago yang mulai lelah bernada
Pada surau yang sudah sepi pandangnya
Pada dapur yang keluar asapnya

Hari ini aku mulai langkah baru tuan
Menenteng ransel merah pada pundak
Dengan lengan yang hampir kuat
Dilatih tiap hari dengan beban
Sampailah kini di tempatku tuan
Bangku bangku kelas yang memanggil lantang
Dipersilahkanlah aku duduk disana
Dengan wajah ceria dan bersemangat

Jam dinding mengajakku berpesta tuan
Entah mengapa?
Hari-hari disini begitu cepat bak pesta
Begitu berirama bak melodi tarian

Waktu sejenak mulai hilang tuan
Waktuku disini mulai habis tuan
Giliran tempat tidurku yang memanggilku pulang
Giliran warnas yang memanggilku makan

Sejenak ku tengok hari berlalu pergi
Aku sadar disini aku tak sendiri
Selalu ada orang  yang menangkapku dari sepi
Meski tak jarang itu hanya hayal diri

Sajadahku untuk-Mu Tuan
Tempatku melalangbuana mencari permohonan maaf
Sadar jika terlalu kotor diri merana
menghadapMu sebenarnya hamba hina

Tuan antar
Pada mentari yang mulai menepi
Pada senja yang akan menghampiri
Pada bulan yang mulai mengganti
Pada Tuan aku berpasrah diri

Sajak Mentari
Faradina Rizki Amalia
Rabu, 11 November 2014

2 comments: