Pada embun yang kehilangan kesegarannya
Pada jago yang mulai lelah bernada
Pada surau yang sudah sepi pandangnya
Pada dapur yang keluar asapnya
Hari ini aku mulai langkah baru tuan
Menenteng ransel merah pada pundak
Dengan lengan yang hampir kuat
Dilatih tiap hari dengan beban
Bangku bangku kelas yang memanggil lantang
Dipersilahkanlah aku duduk disana
Dengan wajah ceria dan bersemangat
Jam dinding mengajakku berpesta tuan
Entah mengapa?
Hari-hari disini begitu cepat bak pesta
Begitu berirama bak melodi tarian
Waktu sejenak mulai hilang tuan
Waktuku disini mulai habis tuan
Giliran tempat tidurku yang memanggilku pulang
Giliran warnas yang memanggilku makan
Sejenak ku tengok hari berlalu pergi
Aku sadar disini aku tak sendiri
Selalu ada orang yang
menangkapku dari sepi
Meski tak jarang itu hanya hayal diri
Sajadahku untuk-Mu Tuan
Tempatku melalangbuana mencari permohonan maaf
Sadar jika terlalu kotor diri merana
menghadapMu sebenarnya hamba hina
Tuan antar
Pada mentari yang mulai menepi
Pada senja yang akan menghampiri
Pada bulan yang mulai mengganti
Pada Tuan aku berpasrah diri
Sajak Mentari
Faradina Rizki Amalia
Rabu, 11 November 2014
Tuan
ReplyDeleteDuniaku untukmu
bagus"
ReplyDelete